Permainan khas Tegal


Oleh Devis Priyatno

Permainan tradisional sebenarnya adalah sebuah olahraga mini yng diciptakan untuk memberikan kesenangan dan keceriaan. Permainan ini juga diciptakan untuk memperkaya budaya yang dimiliki oleh Indonesia. Tetapi sekarang permainan ini sukar ditemukan dalam zaman sekarang ini, karena permainan ini sudah tergeser oleh permainan modern. Padahal permainan ini hanya membuat anak lebih malas dan membuat anak kurang sosialisasi dengan sesama, seperti playstation disamping membuat anak malas belajar juga dapat merusak mata anak.

Berrikut ini merupakan permainan yang dulunya sering di permainkan oleh anak-anak tegal. Seperti: benteng, pembela, cirit, tetklungsu, gim-giman, kudangan, rok tongkrong, dan masih banyak lagi permainan khas Tegal.

* Benteng

Permainan ini bukan seperti yang dibayangkan. Permainan ini menuntut kecepatan lari dalam mengejar lawan. Permainan ini terdiri dari 2 kelompok dan tidak ada alat apapun lagi selain 2 batu bata yang ada disekitar kita. Para anggota kelompok harus menginjak batubata itu dan menjaganya dari injakan lawan. Permainan ini berprinsip siapa yang menginjak batubata paling akhir maka ia dapat mengejar lawan. Jika lawan itu terkena sentuhan dari pengejarnya maka ia harus menjadi tawanan pihak lawan dan ia akan berjejer dengan teman sesame tawanan sepanjangnya untuk meminta bantuan teman yang lain yang tidak ditawan. Kelompok yang paling banya menginjakan kakinya pada batubata lawan maka kelompok itu akan dinyatakan sebagai pemenangnya.

* Gim-giman

Permainan ini masih digemari oleh anak-anak khususnya mereka yang ada didesa. Permainan ini hanya memerlukan bola kecil seperti bola tennis dan tumpukan genting pecah. Permainan ini juga terdiri dari 2 kelompok. Pertama-tama kelompok itu mebagi kelompok mana yang jaga dan yang bermain. Kelompok yang bermain akan melempari tumpukan genting agar jatuh. Jika mereka gagal maka kelompok lawan yang bergantian me lemparinya dengan bola. Dan jika mereka berhasil maka kelompok jaga akan melempar bola itu pada tubuh kelompok lawan. Kelompok yang bermain, mereka harus menghindar dari lemparan bola lawan dan harus menata kenbali tumpukan gentinng itu. Jika berhasil maka mereka akan bermain lagi dan jika semua anggota kelompok gagal maka mereka akan jaga.

* Cirit

Sama seperti permainan yang lain permainan ini juga tidak lagi pernah dimainkan oleh anak tegal. Lazimnya permainan ini dimainkan pada malam hari yaitu setelah matahari terbenam dan gelap. Ini juga terdiri dari 2 kelompok. Permainan ini seperti petak umpet, tetapi bedanya ini dimainkan dengan 2 kelompok dan jarak umpetnya jauh. Kelompok yang jaga harus mencari lawan yang bersembunyi secara bergerombol dan merekapun harus mencarinya secara bergerombol sambil berteriak “ciritan-ciritan ……..ora cirit aku wisan”. Mendengar hal itu kelompok yang sembunyi harus berkata “ciriit……cirit…” kelompok yang jaga akan dapat menemukan lawan dengan bantuan suara lawan itu.

* Tet Klungsu

Permainan ini rupanya sudah hilang terkikis zaman dan sudah tidak ada lagi yang memainkanya. Permainan ini diperlukan tebakan yang tepat dan para anggota yang dapat melompat jauh. Permainan ini hanya memerlukan 2 kelompok yang berhadapan dan klungsu (biji pohon asam) .Mulanya ketua kelompok yang bermain akan menyembunyikan klungsu dalam tangan anggota sambil bernyanyi. Ketua kelompok lain harus menebak pada siapa klungsu itu di sembunyikan. Jika gagal maka anggota yang menyembunyikan klungsu itu akan melompat sejauh mungkin kearah lawan. Jika suatu kelompok sudah sampai pada garis awal lawan maka kelompok itu akan menang.

12 Tanggapan

  1. hahahha…ngger cirit arane colang caling nang tempatku.
    asem tiga

  2. ari ning margasari, cirit disebute JILUNG, termasuk dolanan sing butuh keberanian karo jiwa sportifitas, tapi saiki kayane wis jarang bocah dolanan Jilung/cirit……………….
    ah sayang..

  3. tapi paling seneng sodor………….! permainan sing membutuhkan banyak keahlian 1.mencari kelengahan lawan 2.kesabaran 3.kecepatan 4.kekompakan. kuwe jare aku…! angger sampean kabeh seneng dolanan apa………………..?

  4. masih ada lagi ga permainannya kirim ke email saya dong atau liat blog saya di http://www.karnoto21.blogspot.com

  5. Asslm’alkm. Waah.. Jadi ngingetin waktu masih kanak2 dulu. Tapi…kayaknya masih asik juga untuk jaman sekarang. Lagian, mesti siapa lagi kalau bukan kita sendiri yang mesti melestarikan mainan daerah ini..?!

  6. matur nuwun …….pa dhe infone beneran aq lagi luruh dolanan zaman sepur lempung eh……salah jaman bahela, alias jadul namun tetap dihati . thanks y

    • mudah-mudahan bermanfaat saja. terima kasih atas kunjungan.

  7. kayonge aku tahu maen ndisit arane glatik ….. ana ora??? sing nganggo kayu.

  8. gaclo sing nganggo watu pimen yah??? kayane mbiyen pd dolanan juga…..

  9. enyong pengin weruh foto/gambar para bupati tegal syukur ari ana kabeh,tulung ohhh sadulur bagiiiiii……

  10. kulonuwun, enyong seneng ana blog sing isine khusus tegalan kaya blog kie, pas nggo bahan penataran utawa work shop nag jogja

    • Semoga saja bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: