Sastra


Zaenal Arifin, S.Pd.

Naskah Drama MBELING

Andai andai mulut

Cerita ini hanya fiktif belaka,

Tak ada sangkut pautnya dengan kehidupan nyata

atau tidak nyata sama sekali.

Jika ada dialog atau adegan yang mirip dengan hidup anda

Itu hanya kebetulan saja.

Tidak dibenarkan tersinggung atau marah apa lagi ngamuk.

Jika terpaksa Anda tersinggung atau marah ,

Itu hanya kebetulan Anda sedang darah tinggi atau blood drug.

Itu bukan urusan kami,

Segeralaporkan ke pihak dokter yang berwajib

agar diperiksa sebelum menjadi strook atau serangan jantung.

Dilarang meniru dialog atau adegan baik sebagian maupun tidak sebagian di dalam cerita ini tanpa berlatih makan yang kenyang terlebih dahulu

Jika senang silakan dibaca !

Jika tidak ya terserah biarkan saja.

Selamat , ya ?

Dipentaskan pertama kali

pada acara perpisahan siswa kelas 3,

pada tanggal 24 Juni 2004

disutradarai oleh

penulisnya

PRAKATA

Pementasan drama di sekolah setingkat SMP barang kali merupakan hal yang langka. Apalagi sebuah drama mbeling.

Berangkat dari kenyataan itu kami tergerak untuk mementaskan sekali gus menulis naskah sebagai khasanah naskah drama, khususnya naskah drama mbeling.Sebenarnya pementasan drama mbeling ini bukan pertama kalinya di pentaskan di SMPN 2 Kramat. Akan tetapi beberapa tahun sebelumnya di era tahun delapan puluhan sudah kami pentaskan. Hanya saja pentas tersebut tidak menggunakan naskah, tetapi dengan dialog improvisasi.

Semoga pementsan kali ini bukan pentas terakhir di SMPN 2 Kramat, tetapi akan disusul pentas pentas berikutnya.

Bukan maksud kami untuk merusak atau menghilangkan pentas drama serius yang sudah ada sebelumnya. Kami hanya ingin menambah warna atau melengkapi drama yang sudah ada agar pembaca atau penonton lebih tertarik.

Tak ada gading yang tak retak.

Terima kasih.

Tegal,14 Juni 2004

Penulis

I

Suasana panggung menggambarkan ruang sebuah rumah. Seorang ibu tua yang baru saja pulang dari pasar berteriak memanggil-manggil anaknya.

Ibu : ( Pulang dari pasar dengan tas berisi bawaan , mencari anaknya )

Andai ! Andai ! Andai……! Di mana Kamu ?! Ini Mami pulang.

Andai …! Ini Mami pulang ……bawa barang….. buat makan.

Ini anak ke mana sih. Dipanggil gak menjawab. Jangan-jangan dia

dimakan anak ayam, barangkali?

Ya, sudah, biarkan saja nanti dia nongol sendiri.

Sambil nunggu dia datang, enakan kukeluarkan saja isi tas ini,

Jangan-jangan isinya sudah berubah menjadi boom? Wah gawat!

Atau malah menjadi terong bosok.

( Mbok Andai sedang asyik mengeluarkan isi tas bawaannya )

 

Andai : Wah, Mami sudah pulang rupanya…………?

Itu Mami beneran atau atau wujud penampakan dari dunia lain ?

Atau Uka Uka ?

Mami……….! Mima………! Kok tidk melirik ? Jangan-jangan benar juga

Itu wujud penampakan arwah gentayangan. Baiklah kupanggil sekali lagi

atau setengah kali lagi. Mami ! Ma………..

Ibu : Ehhhhhhhhhh anakku Adai Andai munyuk…….. Ehhhhhhh Andai Andai

mulut.

Andai : Mami, sya kira siapa ?

Ibu : Jadi, kamu kira mami ini hantu dari dunia lain, atau dari alam

Gentayangan.

Andai : Ternyata Mami tahu juga ?

Ibu : Ya jelas, kan Mami sudah membaca naskah ceritanya.

Ini…….. Mami bawakan kue kolor dadar buat kamu !

Andai. Mami bangga punya anak sebagus kamu. Sampai-sampai Mami

Lupa bahwa hidup kita menderita. Miskin tak berharta.

Andai : Ya, Mi, kita orang miskin. Anehnya kita miskin kok setiap hari,ingin

Miskin sehari saja tidak kelakon. Miskin terus seumur-umur dari

Barat sampai ke timur dari sabang sampai merauke.

Ibu : Tapi siapa yang membuat kita begini , ya ? Ya, ini tidak perlu kita sesali

Karena ini sudah ditentukan oleh………

Andai : Oleh siapa Mami ?

Ibu : Ya……. oleh yang menulis cerita……..siapa lagi kalau bukan Pak Zaenal.

Andai : Ya, sudahlah Mi, kita terima saja biar cerita ini lancar juga.

Ibu : Andai, kdanng Mami merasa beruntung punya anak setampan kamu,

Tapi kdang juga bingung. Bingung karena kamu kurang beruntung,

Jodohnya tak pernah berkunjung.

Kakek : Assalamu alaikum………

Ibu : Andai, kayanya ada pemuda tampan datang.

Andai : Ah, Mami, kok kaya anak muda saja. Ingat, Mami sudah tua ! Jangan

kaya gadis remaja saja, kalau melihat cowok langsung jalang matanya.

Ibu : Ya, mumpung, mumpung sedang main drama kan tidak apa.

Siapa itu Andai ?

Andai : Ohhhhhhhhh….Kakek…….? Kek. Kek kekek kekek kekekkkkkkkkkkkkk

Mami, itu kan Kakek yang datang.

Kakek : Andai ? Ini Kakekmu datang……… dari negeri seberang……..bwa kue

Sekeranjang. Buat kamu seorang, biar perutmu kenyang, dan tak lama

Membujang.

Ibu : Bagaimana kabar kakek ?

Kakek : Baik, masih dapat menghabiskan satu piring, bahkan kadang bisa tambah

Tiga piring.

Andai,

Ibu : Wah, Kakek. Itu sih tidak hanya sekedar baik, tapi rakus namanya, Kek ?

Kakek : Itulah anehnya manusia, makin tua makin rakus, inginnya selalu yang

banyak, tak peduli yang lain dap;atnya sedikit.

Kalian, kok kejam amat. Masa, sejak tadi Kakekmu tidak disuruh duduk?

Apalagi disediakan minuman ? Dasar……..! Kalian super pelit.

Andai : Oh, ya, silakan duduk, Kek ?

Mami ! buatkan untuk Kakek air kelapa tua, kalau perlu berikut

pohonnya.

Kakek : Weleh……..weleh……….cucuku sudah mulai kurang ajar. Masa, Kakekmu

Disusguhi pohon kelapa ? Memangnya Kakekmu ini kewangwung, ya?

Bagaiman, cucuku ? Kamu sudah dapat tarok apa belum ? Kalau belum,

Kakekmu akan mencarikan.

Andai : Belum,Kek,tapi Andai ngga yakin Kakek dapat mencarikan .

Kakek : Kamu jangan meremehkan kemampuan, Kakek ! Kalau mencari cewek

Itu ,Kakek jagonya !

Andai : Ah, Andai tak percaya, Kek. Buktinya Kakek masih sendirian !

Kakek : Hus ! Kamu memang cerdik juga. Tahu kekurangan ,Kakek.

Kakek memang tetap sendirian tak punya istri. Ini sudah menjadi

Kehendak penulis naskah. Kakek tak berani menentang. Coba kamu

Usul kepada Pak Zaenal agar Kakek diberi pasangan.

Andai : Wah, kalau yang begitu itu Andai tidak beraani,Kek, sebab itu sudah

menjadi jalan cerita. Lagi pula mana mungkin naskahnya kan sudah

ditulis dua minggu yang lalu.

Kakek : ( Tertawa terbahak bahak )

Kamu memang pandai, Kakek bangga . Sebenarnya Kakek juga punya

pikiran seperti kamu.

Ibu : ( datang dan menyuguhkan minuman dan beberapa makanan )

Silakan,Kek ! Diminum dulu air tak begula ini !

Kakek : Kakek memang sial nasibnya punya cucu nggak laku. Punya mantu

pelitnya kelewatan ,air saja tak bergula, kok kaya contoh majas yang

diajarkan guru di kelas .

Ibu : Maklum, Kek. Kami orang miskin . Sudah miskin ditambah anaknya

tidak laku di pasran. Apa karena tidak mengadakan promosi atau

kampanye ya, Kek? Kaya Capres dan cawapres itu lo?

 

Kakek : Kampanye boleh saja asal jangan hanya omong sjaa, harus dibuktikan.

Begini, mantuku dan cucuku,Kakek dating ke mari di samping ini

merupakan urutan cerita juga ingin mengatasi masalah yang di hadapi

si Andai ini. Bagaimana menurtmu mantu? Apa kamu punya cara biar

Andai banyak cewek yang naksir ?

Ibu : Itulah, Kek. Kami tidak punya kemampuan seperti itu. Apa hal ini

Ini disengaja atau yang menulis mennulis cerita lupa? Masa, untuk

Maslah begini saja kami tidak dapat mengatasi ?

Andai : Betul, Kek ! Ini tidak adil namanya. Sudah kami dibuat miskin ditambah

Tidak laku, lagi !

 

Kakek : Stop….Stop… set………… tidak boleh begitu. Semua pelaku tidak boleh

menentang penulis cerita. Itu protes namanya. Ini nasib yang sudah

ditentukan untuk kita kita mainkan. Toh tidak akan selemanya kita

begini.Ini hanya untuk beberapa menit saja. Setelah itu kita akan

berbagahagia di di luar panggung, sambil makan senek seperti teman-

teman pada umumnya. Andai,cucuku. Kakek punya teman. Kabarnya

sekarang dia menjai sseorang dukun.

Andai : Seorang dukun, Kek ?

Kakek : Ya, Dia sudah terkenal di mana-mana. Kelasnya ssudah ekspor impor dan

Sudah mendapat sertifikat ISO 9000. Dia bisa membuat aji pemikat .

Sudah ribuan gaadis ditolongnya. Bahkan jutaan janda dan duda

Berhasil ditolongnya.

Andai +

Ibu : Kalau begitu segera ke sana, Kek ! Keburu persediaan habis.

II

Dukun : Begini nasib saya. Yang lain menjadi orang baik-baik. Saya

Menjadi seorang dukun. Tapi tak apalah ini peran baik.

Dukun di jaman yang serba edan ini bukan barang murahan.

Kadang disalahkan, kadang dihujat tapi dibutuhkan juga.

Ingin naik pangkat,dukun bertindak. Ingin disayang atasan dukun

Jadi jaminan. Ingin lulus ujian ada yang nekat………………..dukun

Terlibat. Baik yang terus terang maupun pura-pura dukun

jadi taruhan . Toh nggak ada di jaman sekarang ini yang tidaaaaak

tanpa dukun. Saya ini dukun langka. Baik kualitas maupun

kuantitas. Kelas ekspor impor……………………… Tak minum

air tapi suka es cendol.

Kalau malam tak pernah ngompol ………………dan kalau siang

Saya memakai kolor. Maaf ini bukan sedang berhumor.

Sebagai dukun ekspor impor saya harus membuktikan bahwa

Saya punya kemampuan horor. Sekarang saya akan coba panggil

jin impor sebagai bukti bahwa saya dukun kelas jempol .

Saya akan memanggil jin dengan mantra spesial. Baiklah saya

Pakai mantranya.

Hooooooooooommmmmmmmmm, hommmmmmmmmmm

Sekali lagi hoooooooooooo. Hoooooooooompimmmmmmmmm

Pimmmmmmmmmmmmmmmmmmpahhhhhhhhhhhhhhhh

Hompimpah alaiiih ommmmmmmmmmmgammmmmmmmm

breeeeeeeeeeeeeeeeng mak. Lampir.pakai baju rommmmmm

beng………………………………………………………………..

 

( Jin impor keluar dengan dengan suara menggelegar )

 

Jin impor : Hoooooooo……………..hohohohohohohohohoohohohohohohohoho

Inilah teletabis . Inilah teletabis. Teletabis….teletabis…………………..

Teletabis………teletabis………

Dukun : Siapa namamu jin ?

Jin Impor : Tingkiwingki, Dipsi, Lala, Pooooooooooh.

Dukun : Bos bertanya apa makananmu dan di mana rumahmu ?

Jin Impor : Makananku senek dan rumahku di sana .

Dukun : Ya, sudah kalau begitu segera ke sana! Nanti senekku dimakan

Juga.

Jin Impor : Baik tuan kalau begitu saya pergi. Dasar dukun pelit.

Dukun : Hus, jangan kurang ajar ! Nanti saya laporkan pada sutradaranya.

Sekarang giliran jin berikutnya aku panggil.

Huuuuuuuuuuummmmmmmmm…..huuuuuuuummmmmmmmmm

Hummmmmmmmmmmmmmmm….humpimpah…………………………..

Alaihummmmmmmmmmm gambrenggggggggggggggggggggggggg

Mak lampir………………………………………………………………………………….

Jin Banci : ( Langsung datang sebelum mantra selesai dibaca )

Stop mantranya tuan ! Jangan menghina mak lampir nanti tuan

Dikutuk jadi batu oleh mak lampir , tuan.

Dukun : Oh……kamu memang jin hebat cekatan, kilat lagi datangnya. Kaya

Orang menuju ke ruang makan. Tapi kamu dasar hebat tidak

seperti jin yang tadi. Siapa namamu, Jin ? Apa makananmu ?

dan di mana temptmu ?

Jin Banci : Namaku Jin Banci. Makananku senek.Tempatku di sana, Bos.

Dukun : Lho……. Kok sama dengan tadi ?

Jin Banci : Ya, Bos, sebab masih satu bangsa.

Dukun : Kalau begitu sana pergi ! Tunggu pembagian di sana . Awas jangan

Samapai menyikat punya temannya. Sudah dijatah satu-sat

Jin Banci : Baik, Bos. Dasar dukun pelit. Saya kira dipanggil mau diberi

Pecingan. Tak tahunya hanya ditanya tok, kikuk, kikuk, kikuk.

Dukun : Dasar jin palsu. Tahu kalau saya pelit. Kurang ajar ! Buka rahasia

orang.

Sekarang gantian memanggil ajudan. Tidak semua dukunpakai

ajudan. Kalau dukun saya memang lain, namanya saja dukun

dukunan. Ajudan……………. Ajudan…………….Ajudan………………!

Ajudan : Siap bos. Bos panggil saya ?

Dukun : Sudah tahu nanya! Berapa pasien yang terdaftar hari ini ?

Ajudan : Ada tujuh ratus, Bos !

Dukun : Wah banyak benar ! Coba cari dari jumlah itu ! Adakah pasien

Yang istimewa ?

Ajudan : Ada, bos. Pasien ini tergolong istimewa karena kondisinya miskin

Luar dalam. Dia memesan aji anti jomlo. Alias cepet dapat jodoh.

Dukun : Coba panggil,dia !

Ajudan : Pasien nomor 234 alias ji sam su silakan masuk !

Kakek : Ya, ya saya masuk.

Ajudan : Lo, kok lain. Pada data pasien tertulis pada daftar ini, nama

pasien Andai Andai. Umur dua puluh tahun lebih tiga hari.

Status bujang. Tetapi yang muncul tua bangka. Umur kakek-

kakek. Status duda lima belas kali. Apa nggak keliru ? Apa

saya yang salah memanggil ?

Kakek : Betul, tidak salah. Itu memang benar. Saya berani sumpah

seppuluh kali . Seretus persen tuan, benar.

Ajudan : Jadi tidak salah ? Kok bisa demikiaan ?

Kakek : Ya, itu benar data nama cucu saya. Ini dia orangnya.

Ajudan : Hmmmmmmmm tampan juga . Berarti saya tidak salah. Silakan

Anda menghadap bos !

Kakek : Halo,bos!

Dukun : Halo…….. Haaaaaaaaah, kayanya aku pernah kenal jidatmu ?

Tapi di mana ?

Kakek : ( Tertawa )

Rupanya kamu lupa. Kita dulu satu kampung. Masa kamu sudah

Lupa ? Kamu ingat ngga? Waktu kita sama-sama mengintip

orang yang sedang mandi ? Lalu kita lari terbirit-birit, dikejar

anjing milik orang yang sedang mandi itu. Lalu kamu terjatuh

dan kolormu pedot.

( Andai dan ibunya bergumam )

Andai +

Ibu : Kakek memang hebat daya ingatnya masih tajam.Dia masih

Dapat mmengingat peristiwa puluhan tahun silam. Jelas sekali

masih ingat ! Karena naskahnya barusan dibaca tadi, sebelum

kita main.

Dukun : Hussssssss jangan kamu teruskan katakk-katamu itu, malu

Didengar orang ! ( Andai + ibunya tertawa terbahak )

Silakan duduk yang manis ! Duduk saja di bawah ! Maklum

Tidak ada seksi tata tempat. Jadi ya begini saja enak. Omong-

Omong ,siapa yang kamu ajak ini ? Siapa namanya ?

Kakek : Ini mantu.

Ibu : Nama saya Marsanda mbah dukun.

Dukun : Ohhhhhhya. Hmmmmmmm kamu cantik juga. Jangan panggil

Mbah dukun ! Panggil saja A A.

Kakek : Husssssss matamu jangan jelalatan , melihat cewek. Kaya Pak

Guru ketika melihat murid yang cantik saja. Nanti saya iri !

Andai : Kek ! Saya kok nggak diperkenalkan ?

Kakek : Ohhh ya Kakek lupa. Kenalkan, ini cucu saya , Andai-andai

Mulut.

Dukun : Sudah,sudah tidak usah diteruskan lagi. Namanya lucu sekali

Namanya asal-asalan saja seperti cerita drama mbeling saja.

Kakek : Maksud kamikemari.

Dukun : Sudah, cukup. Tidak usah diteruskan. Aku sudah tahu

maksudnya.

Ibu : Jadi, Mbah …………..?

Dukun : Bukan mbah dukun ! Lupa, ya ?

Ibu : Ya, A,A. Jadi A,A sudah tahu maksud kedatangan kami bertig ?

 

Dukun : Ya, Saya sudah tahu sepuluh hari yang lalu, sebelum kalian

dating ke mari.

 

Andai : Saya kagum dan percaya Kek, A,A dukun hebat !

 

Dukun : Hussssssss. Kamu jangan panggil saya, A,A. Kamu harus panggil

saya mbah dukun. Karena kamu bukan cewek. Mengerti, Nak ?

Andai : Ya, mbah dukun. Dasar dukun gemblung.

Dukun : Hussssssssss jangan begitu nanttttti kamu saya kutuk jadi anak

Cacing.

Kamu masih bujang, kan ? Tapi kamu belum dapat tarok ?

Lalu Kakekmu yang tua bangka ini mengajakmu ke mari biar

diberi aji penarik jodoh ?

Kakek : wahhhhhhhh, ternyata mbah dukun gendeng ini sudah tahu

semua maksud kami.

Dukun : Jelassssssss dong kan dukun kelas ekspor impor ? Apa kamu

llupa ? Aku sudah tahu maksud kalian semua ? Mengapa ?

Kan kemarin latihan bareng ? lupa ?

Kakek,

Andai,

Ibu : Tapi kan tidak boleh begitu. Itu namanya membuka rahasia.

Dukun : Oh, ya. Saya lupa. Sekarang aku akan mengisi cucumu dengan

aji mpemikat tarok. Alias pemikat cewek. Yang lain ikut membaca

manteranya. Silakaan kamu Andai duduk yang tenang.

Konsentrasikan pikiran ! Mari tirukan mantera yang saya baaca.

Dan ikuti gerakan tanganku.

( Kakek, Andai, dan Ibunya mengikuti gerak dan ucapan

sang dukun )

Huuuuuuuuuuuuuuuummmmmmmmm

Hummmmmmmmmmmmmm ppimpahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh

Alaihummmmmmmmmmmmm gambrennnngggggggggggggggggg

Huuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu pimpahhhhhhhhhhhhhhhhhhhh

Alaihummmmmmmmmmmmmmmmmm

gammmmmmmmmmmm breeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeng.

Mak lampirrrrrrrrrrrrrrrrrrr pakai baju rooooooooooom beng.

Cukup. Sekarang kamu sudah memilikkki aji pemikat tarok.

Bagaimana rasanya sekarang ?

Andai : Rasanya kenyang ,mbah Dukun !

Dukun : Huuuuuuus, kok kenyang kaya sudah makan senek aja. Nanti.

Sabar ! Kalau makan senek jangan dobel, kasihan temanmu nanti

nggak kebagian. Nanti kaalau kamu dapat jodoh saya diundang !

Tapi, omong-omong kamu sudah disunat apa belum ?

 

Kakek : Omong-omong , kami rasa sudah cukup. Kami segera permisi.

Terima kasih kawan, atas jasa baikmu.

Dukun : Nanti dulu, kalian belum bayar biaya konsultasi . Untuk teman

sendiri sih saya tidak pasang tarip mahal.

Kakek : Jelas, kami tahu, teman itu orangnya. Bisnis tetaplah bisnis.

Ibu : Betul, Kek, kami sudah siapkan dananya berdasarkan RAPBK.

Termasuk anggaran gaji ke-13.

Andai : Mami. RAPBK itu apasih, Mi pakai disingkat segala !

Ibu : RAPBK itu rencana anggaran pendapatan dan belanja keluarga.

Kakek : Berapa anggaran yang disediakan, Mantu ?

Ibu : Tujuh puluh lima ribu rupiah.

Berapa harus kami bayar, A A?

 

Dukun : Uang konsultasi tujuh ratus lima puluh ribu rupiah.

Tempat duduk tujuh puluh lama ribu rupiah. Minuman beserta

senek plus makan siang tiga orang empat puluh lima ribu rupiah

. Uang pendaftaran dua ratus lima puluh ribu rupiah. Jadi totalnya

satu juta seratus dua puluh ribu rupiah. Boleh kes atau pakai kartu

kridit,………….. asal jangan dibon.

( Kakek, Andai, Ibu kaget bukan main melihat tarif yang begitu

Mahal )

Tapi…………….. karena A A naksir lu, semua boleh gratis. Toh, ini

smua hanya drama.

Kakek : Itu baru teman sejati, namanya. Sekalian kami pamit, sekarang.

-0-

III

Di sebuah tempat entah di mana, ada beberapa cewek cantik berkumpul dengan nama masing-masing. Serta nasib masing-masing. Mereka berlomba untuk mengikuti babak eliminasi seperti pada akademi cerita fantasi. Disinngkat ACFI Akademi cerita fantasi Indonesia.

Kuning : Hai penonton, kenalkan nama saya Kleting kuning, cewek asli

dari kampus ini. Bagaimana saya cantik kan? Kirim SMS ke

alamat kami. Jangan lupa ketik Kleting kuning spasi ACFI .

Daaaaaaah. UUUUUUUuuuuuih.

Ireng : Saya Kleting Ireng Akademia dari daerah Istimewa Latu.

Dukung saya. Ketik ACFI spasi Kleting Ireng. Dukung ya,

Kleting ireng. Kikuk. Kikuk.Kikuk. Kiiiiiiiiiiiiiiiiiikuk.

Merah :

 

 

Poleng :

Pemirsa! Saya Mawar. Eh… bukan. Saya Klenting Merah. Jangan Lupa tonton saya.Ketik ACFI spasi Klenting merah.Saya ingin berkompetisi dalam cerita Fantasi. Dukung saya oke?Dukung ya eko,eh oke?

Hallo teman-teman saya Klenting Poleng-poleng,kaya Jebra? Tahukan putih ireng,putih ireng,Poleng-poleng.saya ikut babak eliminasi yang diselenggarakan oleh sutradara.Kalau menang lumayan hadiahnya untuk kita bersama,atau untuk anda semua ya nggak apa-apa.Dukung saya .Ketik ACFI spasi Klenting Jebra.Selamat mengikuti cerita ini.Selamat.Selamat.Selamat.

Kuning :

Rekan-rekan !Kita semua pada hakekatnya kawan akrab.

Ireng,

Merah

Poleng :

 

 

Ya benar kita bersahabat

Merah :

Apakah teman-teman ada yang tidak percaya?

Poleng :

Kalau ada yang tidak percaya ya,biar saja?!

Ireng :

Kalauada yang percaya ya,biar saja?!Kan mereka tidak ada yang dirugikan,juga tidak ada yang diuntungkan.Ya ngga.

Kuning :

Tapi,meskipun kita kawan akrab,demi memenuhi alur cerita kita sepakat untuk berlomba atau bersaing.untuk membuktikan siapa yang paling cantik.Setuju?

Merah :

Memengnya ada apa?!

Ireng :

Iya, memangnya ada apa pakai lomba-lomba segala.Bukankah disini kita sudah cukup? Kebagian nampang sebentar?

Kuning :

Kalian jadi orang kurang tanggap. Kalian sih selalu ketinggalan semut.

Poleng :

Kalian tidak tahu ya, Ada Gosip baru.

Merah

Gosip? Kalau begitu kamu berarti si Ratu gossip.

Kuning

Begini kawan.Ada berita bahwa Ande-ande Lumut,sedang mencari kekasih.Sudah beberapa tahun lamanya dia mencari kekasih tetapi belum dapat.Bahkan sampai ke dukun sakti pun dia belum berhasil mendapatkan apa yang diinginkanya.

Ireng

Wah penggosip besarjuga kamu.Masa sudah beberapa tahun?!Baru berapa menit yang lalu.Kalau beberapa tahun,Kita disini,diatas panggung ini sudah berapa abad?!

Poleng

Huss! Jangan keras-keras ! nanti penonton mengerti.Kalau cerita ini hanya andai-andai dilumut saja.

Ireng,

 

Merah,

 

Kuning,

 

Poleng,

Sudahlah.kita tidak perlu berdebat.Mari kita buktikan diri masing-masing untuk berebut ande-ande.Siapa yang berhasil dialah pemenangnya.untuk sementara kita jadi lawan untuk membuktikan siapa yang paling berhasil.Oke ! josss.

 

Persaingan antar klenting mulai terjadi.Merka saling mengunggulkan kelebihan masing-masing.

Kuning

Aku pasti berhasil dan Ande akan memilih aku.Aku akan memakai segala cara.Baik cara sehat mauupun cara setengah tidak sehat.Yang penting aku menang

Merah

Wah kamu nggak bakalan menang karena akulah Klenting sejati yang akan krluar jadi juara.Aku hanya akan menggunakan cara yang baik-baik saja.Kecuali kalau terpaksa,cara jahat pun akan aku gunakan.

Ireng

Namaku Klenting Ireng.Sesuai namaku maka aku berhak memakai cara-cara yang berbau hitam,Ilmu hitam,kambing hitam,baju hitam,dan dunia hitam.Dan aku akan menang,biar kalian tahu,bahwa aku sebagai sang juara.

Poleng

Kalian jangan bangga dulu.Aku si Klenting Poleng-poleng.Sesuai namaku,Aku bisa berbuat apa saja dalam persaingan ini.Bisa cara halus,bisa cara kasar ,Bisa cara diam-diam lewat belakang atau terang-terangan lewat pintu depan.Bisa dengan cara obyektif atau dengan cara suap.Yang penting berhasil.

Kuning

Poleng kamu kok tampak pede sekali?! Apa kamu tidak berfikir bahwa aku juga akan berhasil.

Poleng

Persetan semua.

Ireng

Aku juga ?! denagan cara apa saja aku akan mengalahkan kalian.

Merah

Kalian juga harus memperhitungkan .Bapakku.Ibuku.Nenekku.Saudaraku.tetanggaku kenal ibu Ande dan nenek ande.Mereka akan membelaku dan aku akan dekati meeka yang penting uang dating semua menang.

 

Ditengah pertentangan mereka tiba-tiba Kakek Ande lewat dan menyapa mereka

Kakek

Aduhhh. –Mereka diam semua-

Kok banyak cewek-cewek cantik disini? Ahaaa aku tahu pasti ada masalah.Pasti sedang ada apa-apa nih.Baiklah akan aku tanyakan pada mereka.

Halo,halo,kamu juga halo.Kalian ko pada di sini? Mau demo ya? Sekarang ini akan ada pemilihan presiden.Demo-demo dilarang.Tapi itu demo-semo yang tidak mendukung salah satu capres.Tapi kalau mendukung salah satu capres ya boleh-bo;eh saja dan itu halal,katanya.

Kuning,

 

Merah,

 

Poleng,

 

Ireng

Kami bukan demo kek,ini drama mbeling, kek!

Kakek

Oh iya kakek lupa,kita ini kan sedang main drama.

Lalu mengapa kalian rame-rame disini?

Merah

Ayo ! Siapa yang berani berterus terang menjawab atau bertanya pada kakek?

 

Semua Klenting saling dorong-semua tidak ada yang berani bertanya atau menjawab pertanyaan kakek Ande.-

Kuning

Hai mengapa kita tidak berani! Tadi bersemangat, giliran ada mangsa datang semua loyo.

Ireng

Baiklah,sekarang aku yang bertanya.

Kek ,katanya kakek…anunya?

Kakek

Oh ya?Kamu tanya anu kakek yang mana?

 

-Klenting-klenting tertawa..karena klenting ireng mendapat jawaban Kakek.-

Poleng

Itu kek,saya dengar kabar,katanya cucu kakek sedang mencari jodoh?Apa benar kek?

Merah

Iya,Kek,benarkah sedang mencari jodoh?!

Kakek

– Tertawa –

Ya benar alias betul,kakek sedang mencari jodoh.kalian mau?Kalau mau kebetulan.kakek kan sudah lama jadi duda.

 

– Klenting-klenting tertawa –

Merah

– Marah –

Dasar tua bangka nggak tau diri

Kuning,

 

Ireng,

 

Poleng

Iya betul,kek ,Dia mau sama kakek.

Merah

Husss amit-amit jabang orang.

Kakek

Ai…Stop,Merah jangan marah begitu.Jadi orang jangan gampang marah nanti cepat tua kan? Jadi orang itu yang sabar . Orang yang sabar itu tidak hanya disayang tuhan ,tapi kakek juga sayang.

– Semua Klenting tertawa –

Sudah….diam.Tadi kakek itu hanya bercanda.Bercanda kan boleh?ya?!Begini kakek memang sedang mencari jodoh.

– Klenting lain tertawa.Itu si Merah saja,untuk kakek semua –

Tapi, bukan untuk kakek , tapi untuk Ande-Ande Lumut.

– Semua Klenting gembira. Mereka berteriak sambil “Kmi boleh ikut untuk dipilih kek? –

Nah..itu kakek tidak dapat menentukan.Yang dapat menentukan hanya Ande.Yang lain tidak bisa.

Kalau yang jadi calon cucu saya kamu kamu Merah.kakek si oke-oke saja.Alias setuju.

– Klenting lain menggerutu sambil mengatakan U……………… ,-

Poleng

Waaaah itu namanya tidak adil, kek! Berarti kakek tidak netral.

Ireng

Kakek jahat kalau begitu.Sebab telah telah campur tangan dalam masalah ini.

Kuning

Kek! Mestinya kakek tida ikut mempengaruhi masalah ini.Biarkan Ande menentukan sendiri,dan kami cewek-cewek keren ini bersaing dengan kesaktian masing-masing untuk dipilih Ande.

Kakek

Sudah!sudah! Kalian ini memang mau enak sendiri.Sejak tadi kan kalian hanya diam saja.hanya si Merah saja yang berani berterus terang pada kakek.Kakek sungguh senang dengan seorang yamg suka berterus terang.fer gitu.

Maka tidak salah kalau kakek mendukung si Merah.Kan boleh dan tidak dilarang oleh Undang-undang.

Poleng

Kakek mesti tidak berpihak pada siapapun, itu lebih terhormat buat kakek untuk tidak memperkeruh suasana.

Kuning

Harusnya, Kek, biar kami lebih hormaat pada kakek !

 

Kakek

Itu namanya pemaksaan dan penekanan,siapa yang menekan atau memaksa seseorang itu berarti melanggar hak asasi. Dan bertentangan dengan perikedramaan dan perisandiwaraan.

Ireng

Begitu juga kakek karena berpihak pada salah satu lakon maka kakek bisa diadukan ke mahkamah ketoprak atau sandiwara.

Kakek

Waduh…waduh ngomongmu sudah kaya para politikus. Kaya pemimpin partai. Kami tahu pelitikus ? –tertawa- nggak tahu kan ? Pelitikus artinya pelitnya kaya tikus.

 

*Para kleting menggerutu. Yang lai berkata pada kakek : Dasar kakek. Adaaaaaaaaja.

*Kakek lalu pergi sambil : Daaaa cewek… Kalian licik. Tahu licik pelit tapi picik. Daaaaaaaaa.

Poleng

Awas kek nanti kalo kesini lagi awas !

Kakek

Tidak, kakek tidak akan ketemu kalian lagi. Kenapa?

Kalian nggak tahu kan. Karena sebentar lagi dramanya akan selesai.

 

-Semua kleting dan menggerutu, Uuuuuuuu dasar kakek tua.

 

Diruang tamu yang serba tidak menarik, serba tidak ada kursi dan meja apalagi jam dinding tak dapat di temui di ruang tersebut karena memang ruang itu tak memiliki dinding sama sekali. Disitulah ande bersama maminya sedang berdiskusi entah apa yang sedang dibicarakan barangkali sedang membicarakan capres pilihan masing-masing atau sedang menghitung gaji tiga belas yang telah diterima karena tidak cukup untuk menutup hutang yang dijaminkannya.

Untuk lebih jelasnya mari kita lihat di layar panggung perbincangan mereka agar kita tidak berprasangka buruk. Ingat prasangka buruk itu dosa !

Ibu

Andai menurut firasat yang mami rasakan. Dan menurut radar dan satelit yang ada pada perut mami. Nanti akan ada beberapa cewek cantik yang meminang kamu.

Andai

Oh mami… mami benar-benar kaya orang yang nggak normal. Eh… maksudnya kaya para normal saja.bisa meraamal akan ada beberapa cewek cantik yang akan datang kemari dan meminang saya ?

Ibu

Kamu rupanya belum percaya pada kemampuan supranatural mami. Mami sudah mempelajari dunia supranatural. Kalau kamu tidak percaya akan mami perlihatkan kemampuan mami. Coba kamu buka mata lebar-lebar dan lihat itu di belakang panggung mereka sedang siap-siap kemari. Kalau tidak percaya kamu boleh turun panggung untuk buktikan.

Andai

Sudahlah Mami, Andai percaya lima ratus persen kemampuan supranatiral mami. Mami kok dilawan.

-Diam sejenak- Oh ya mi, kalau mereka datang terus bagaimana Mi ?Apakah mereka harus mengikuti tes uji kelayakan atau harus mengikuti sayembara? Kalau ikut sayembara nanti ceritanya nggak selesai-selesai kasihan penonton, nanti terlalu lama menunggu pembagian senek.

Merah

Assalamu’alaikum !

Kuning

Assalamu’alaikum !

Poleng

Saya juga Assalamu’alaikum !

Andai, Ibu

Wa’alaikum salam !

Ibu

Tuh…tuh… Apa kata mami. Supranatural mami tidak diragukan lagi. Betul begitu Andai.

Andai

Mami memang hebat. –Andai diam- Kalau begitu tidak usah ditanya kita sudah tahu maksud kedatangan mereka Mi ?

Ibu

Ya jelas. Tidak perlu ditanya lagi buang-buang waktu aja !

M,K,P,I

Kami juga langsung, tu de poin pada masalah. Kami cantik kan. Bingungkan ? pusingkan ? puyengkan ?

Andai

Tidak, kalian jangan Ge Er dulu. Tahu kalian ? Ge Er itu apa ? Ge Er itu yaitu huruf G dan huruf R.

M,K,P,I

Itu sih kuno. Tidak baru lagi ? Tahu nggak kuno itu apa ?

Ibu

Stop. Tidak usah dipermasalahkan hal sepele begitu. Yang penting sekarang ini Andai harus memilih diantara mereka, satuuuuuuuuuu saja. Tidak boleh dua apalagi semuanya.

Andai

Baiklah Mi, sekarang Andai akan mengeluarkan SK.

Ibu

Apa itu SK Andai.

M,K,P,I

Wah itu namanya Golput. Ingat orang golput berarti tidak mempunyai pendirian. Alias plintat plintuuuuuuuuuuuuuut.

Ibu

Betul Andai, itu betul kata mereka. Golput itu tidak baik. Dari pada harus golput lebih baik tidak golput. Pilihlah salah satu dari mereka !

Andai

Baik, kalau begitu silahkan. Siapa yang bisa menunjukkan kelebihan dari masing-masing akan saya nilai dan siapa yang nilainya paling baik itulah yang akan terpilih.

M,K,P,I

Hore………………Hidup Ande…………hidup Ande……………

Ibu

Baik, kalau begitu silahkan. Satu per satu maju dan sampaikan kecakapan atau kelebihan masing-masing !

Merah

Baik, saya yang maju lebih dulu. Teman-teman, mami,yang terhormat saya akan menyampaikan kelebihan saya. Saya berasal dari keluarga kaya dan raya. Mempunyai lima ekor ayam, berusia satu hari. Mobil lima semua punya tetangga. Jadi saya boleh di kata miskin dan papa. Terima kasih.

Ireng

Karena saya harus keluar sebagai pemenang, saya akan menunjukkan kelebihan saya. Kakek ku , Bapakku semua jeneral. Aku juga pake AC jeneral. Terima kasih.

Poleng

Mami Ande dan Andai Aku punya kelebihan yang lebih dari mereka. Semua itu belum apa-apa kalau di banding dengan kelebihan yang aku miliki.

M,I,Ma

Uuuuuuuuuuuuuuu

Kuning

Sudah-sudah. Kalian ini hanya omong kosong semua. Apa yang kalian sampaikan semua tak satupun yang reaistis. Semua omong kosong kaya cerita saja. Kaya kampanye capres dan wapres. Semua hanya mengunggulkan masing-masing. Sekarang giliran saya untuk berbicara. Saya tidak akan menyampaikan keunggulan saya, karena saya memang tidak memiliki keunggulan. Saya hanya akan menyampaikan apa yang menjadi kekurangan saya. Saya adalah keluarga ke tujuh dari tujuh generasi. Tujuh generasi dari keluarga saya miskin. Karena semua aset keluarga di jual secara turun temurun oleh generasi-generasi yang berkuasa pada saat mendapat giliran berkuasa. Sekarangpun dari keluarga yang ingin berkuasa hanya bisa menjelekkan generasi masa lalu. Dan anehnya setiap generasi yang berkuasa selalu diawali dengan menjelek-jelekkan serta membuka-buka kesalahan masa lalu untuk memperoleh simpati generasi masa mendatang. Kalau saya boleh berbicara saya ingin mencapai sukses dengan cara saya dengan kekurangan saya yang tidak mengungkit borok masa lalu. Itulah program saya kalau saya terpilih oleh andai.

M,I,P,Ma

Wah kamu benar-benar hebat,kuning. Kamu benar-benar mampu menjadi kamu sendiri.

Ibu

Baiklah kalau begitu, Bagaimana keputusan Andai setelah mengetahui keunggulan masing-masing ? Mami tidak akan ikut mempengaruhi. Mami bersifat netral. Tapi kalau Mami boleh berpendapat,Mami pilih yang kuning aja?!

M,I,P

Uuuuuuuuuuuuuuu.Itu namanya Mami tidak netral dan tidak adil.Karena Mami tidak konsekwen dengan khitah untuk tidak mendukung salah satu kandidat.

Andai

Baiklah kalau begitu saya harus menentukan sikap.

Setelah melihat perkembangan yang terjadi,dan situasi serta kondisi diatas panggung ini.Maka saya memutuskan saya tetap pada pendirian saya untuk tidak memilih salah satu cewek-cewek cantik ini.Karena saya harus minta fatwa terlebih dahulu pada sutradara yang mengatur dan membuat cerita ini.

M,I,K,P,

Kalau begitu sutradara harus hadir disini dan harus memutuskan siapa yang berhasil dari kami ini.Karena kami tidak ingin masalah ini di ulur-ulur.Sutradara harus hadir.Sutradara harus hadir.sutradara harus hadir.Sutradara harus hadir……….

Sutradara

Wah ada apa ini kalian sedang pada apa?

Ibu

Ini, Pak empat cewek ini menuntut agar andai menentukan pilihan terhadap salah satu ini.

Kuning

Bapak kan sudah tau ceritanya?

Sutradara

Ya. Sudah tahu saya kan menonton dari bawah.

Kuning

Iya Pak sekarang Bapak harus memutuskan siapa diantara kami kami yang jadi pemenang dalam cerita Fantasi ini.

Sutradara

Oh,jadi kalian meminta agar saya membuat keputusan atau semacam fatwa?Wah kaya ulama saja.Baiklah kalau begitu saya putuskan.Berdasarkan fakta yang ada dan melihat acara yang masih padat,maka keputusan mengenai siapa yang menjadi pemenang adalah,cerita ini akan dilanjutkan tahun depan.dan siapa pemenangnya ikuti acara ini setahun yang akan datang.Demikian akhir cerita ini.

 

Puisi Mbeling

 

       POTRET REFORMASI

        

               Karya  : Lth.

 

Ketika reformasi tersingkap

pahanya

laron-laron terbelalak matanya,

penuh birahi

berharap dapat menyantap hidup baru yang putih

seputih gigi widyawatiny                                                               

di iklan televisi

 

Dalam reformasi

cindil abang menari-nari

orang bisu bernyanyi

orang tidur pun ngelindur

berkhotbah ngalor ngidul

tanpa sadar ilernya seperti kue dadar digelar

 

Kemudian semua bengong

ketika reformasi memperlihatkan giginya

yang runcing, tak ompong

namun sebagian palsu

dan tak mempan menggit sepotong kue gemblong

yang runcing tak mempan

menggigit daging yang tumbuh di kuping

 

Lalu apa kata laron-laron

dari sarangnya

di sawah mereka berkata

reformasi itu mestinya seperti pak tani,lho

meski badannya bungkuk dan banyak kentut

ia rajin mencabut rumput

di sela rumpun padi

 

Bagaimana dengan mereka yang di tepi-tepi jalan,

reformasi itu mestinya begitu,lho

kaya petugas PLN ketika memangkas daun-daun

yang berkerumun di kabel listrik

meski sambil menguntit janda genit

mereka tak goyah sedikit

 

Lalu apa harapan laron-laron

di sudut-sudut pasar

itu lho, reformasi ya begitu !

seperti katok kolor lho,mas…

meski tidak baru, asalkan tidak kendor

dan tak tembus barang kotor

atau

bagaikan kecambah dan bungkusnya

yang putih kita bawa

yang sampah dibuang saja, jadi limbahnya

wah… wah… wah…wah…

jadi begitu toh ?

 

Padahal ada juga yang berkata ngawur

bahwa reformasi itu dipanjangkan

repote mencari nasi !

wah, kalau yang begitu itu,

saya kira hanya ironi saja

 

Yang pasti, dalam reformasi ini

kita mesti optimis,

bersatu dalam satu barisan

 

Dalam era reformasi

tak usah jadi pengemis

atau menangis sambil meringis

meski banyak orang bengis dan sinis

sambil pelintir kumis

 

Mari kita berbaris, tak usah bawa keris

atau linggis

tak perlu pelintir kumis

biar rakyat tak menangis

kita buka mata mereka

biar membuka catatan hidupnya

sesuai kodratnya

 

Mari kita gembira

meski kita punya

yang kaya tak usah besar kepala

yang berharta tak usah membuka dada, lebih-lebih wanita

lebih baik ingat, usia makin tua

sudah dekat keranda

 

Dalam era reformasi ini

kita tetap bersatu  

mari kita lepas baju-baju

agar tahu siapa dirimu

dan tahu siapa aku

hanya tulang-tulang

terbungkus baju

seperti… aku

 

 

 

Kedokansayang, Juli 1999

 

5 Tanggapan

  1. Ahmadlagi penasaran ahirnya andai gmana?

  2. wow…. sudah lama juga penulisan ini , saya baru mbuka jadi surprise deh ….

    • Teri,a kasih atas kunjungannya. Semoga ada manfaatnya.

  3. panjang sekali …

    • ya. begitulah. terima kasih atas kunjungannya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: