Opini


Prediksi Rahasia Tingkat Kesukaran Ujian Nasional Tahun Pelajaaran 2007/2008

Ternyata masih ada ketentuan Bahan Ujian Nasional yang “dirahasiiakan”  di dalam Lampiran Keputusan Badan Standar Nasional Pendidikan Nomor 984/BSNP/2007  Tentang  Prosedur Operasi Standar  (POS) Ujian Nasional  ( UN ) SMA, MA, SMALB, SMK Tahun 2007/2008.

Hal ini dapat kita temukan pada Bab III yang menjelasakan ketentuan bahan ujian. Dalam Bab III ini, semua  ketentuan telah dijelaskan kecuali dalam hal tertentu.  Seperti mengenai bentuk soal, jumlah butir soal, alokasi waktu untuk tiap mata pelajaran, semua telah dijelaskan dalam Bab III dan dalam Bab IV dijelaskan jadwal ujian untuk semua jenjang pendidikan.

Kerahasiaan ini tampak pada Bab  III bagian B nomor 1 dan 2.  Pada bagian nomor 1 mengenai SKLUN Tahun 2008 sudah diterbitkan SKLnya dan sudah beredar dan dipelajari di masing-masing sekolah.  Namun, kerahasian tampak juga dalam contoh Spesifikasi Ujian Nasional yang hanya dibahas beberapa SKL saja.  Hal ini mungkin disengaja karena menyangkut kerasiaan.

Pada bagian B nomor 2 b, dibahas mengenai sebaran tingkat kesukaran soal, namun tidak dijelaskan berapa jumlah atau persentase antara mudah, sedang, dan sukar.  Mungkin juga, ini sengaja tidak dijelaskan barangkali menyangkut kerahasiaan pula.

Penulisan Soal

Dalam tradisi penulisan soal , tingkat kesukaran soal merupakan bagian yang penting dari kartu soal meskipun sifatnya reletif.  Artinya soal yang diperkirakan sukar mungkin nyatanya mudah dikerjakan, begitu juga sebaliknya.  Akan tetapi soal Ujian Nasional sudah melalui proses uji coba terlebih dahulu sebelum diujikan pada Ujian Nasional sehingga validitasnya lebih tinggi. Masalah tingkat kesukaran soal Ujian Nasional ini, perlu diulas dalam tulisan ini karena  akan berdampak pada   skor nilai dan psikologis peserta.

Dalam penulisan soal, biasanya tingkat kesukaran soal tidaklah seragam. Ketidak seragaman ini berupa adanya soal mudah, sedang, dan sukar.  Masing-masing tingkat kesukaran memiliki skor nilai berbeda.   Soal sukar akan mendapat skor lebih tinggi dibandingkan dengan soal sedang.  Begitu pula dengan soal sedang, tentu akan mendapat skor nilai lebih tinggi daripada soal mudah. Kesimpulannya kriteria penskoran nilai dilihat dari tingkat kesukaran soal berbeda-beda.

Dampak Psikologis

Jika di cermati tingkat kesukaran soal akan berdampak pula pada peserta Ujian Nasional, terutama dalam mengerjakan soal.  Secara psikologis akan mempengruhi ketenangan dan rasa percaya diri. Seandanya saja peserta Ujian Nasional mengatahui komposisi tingkat kesukaran soal ujian, mereka akan lebih berhati-hati memanfaatkan waktu ujian, terutama masalah efisiensi waktu dan prioritas terhadap soal-soal tertentu yang dianggap mudah, sedang atau sukar.

Jadi dalam hal ini, sejak adanya ujian nasional sampai sekarang tingkat kesukaran soal merupakan rahasia tekateki yang perlu dicari penyelesaiannya.

Prediksi Tingkat Kesukaran Soal Ujian Nasional 2007/2008

Ada cara untuk memprediksi rahasia tingkat kesukaran soal Ujian Nasional.  Biasanya dalam penulisan soal ada komposisi jumlah tingkat kesukaran soal.  Yang umum dilakukan para penulis soal biasanya ada ketentuan perbandingan antara soal mudah, sedang, dan sukar.  Di antaranya yang dapat diprediksikan pada tabel berikut :

Jumlah soal

Persentase Tingkat Kesukaran dan Kemungkinan Skor Nilai

Jumlah Total

Mudah

Sedang

Sukar

30%

Skor tiap soal

50%

Skor tiap soal

20%

Skor tiap soal

%

Nilai

50

15 soal

0,1

25 soal

0,2

10 soal

0,35

100

10

40

12 soal

0,125

20 soal

0,25

8 soal

0,4375

100

10

Prediksi ini hanya merupakan salah satu bagian dari beberapa prediksi.  Prediksi yang lain masih ada akan tetapi perbedaanya mungkin pada  jumlah soal  pada tiap tingkat kesukaran antara soal mudah dan sukar saja.  Jumlah soal mudah biasanya lebih banyak dibandingkan dengan soal sukar akan tetapi lebih sedikit jika dibandingkan dengan soal sedang.  Soal sedang biasanya lebih banyak jumlahnya.

Dari prediksi di atas ini, peserta ujian dapat menyiasatinya sebagai berikut.  Kerjakanlah terlebih dahulu soal-soal yang kira-kira kriterianya  mudah.  Kemudian baru soal-soal sedang dikerjakan. Pastikan jawaban semua soal-soal tadi harus benar-benar betul.  Baru giliran berikutnya  mengerjakan soal-soal yang diprediksi sukar.

Dengan strategi mengerjakan soal demikian ( soal mudah dan sedang yang dikerjakan terlebih dahulu ) jika jawabannya tepat, akan dapat diprediksikan persentase jawaban benar, dan nilai sukar akan menjadi nilai penentu untuk menaikkan rata-rata jika pengerjaanya tepat dan benar pula. Hal ini terkait dengan suasana pengerjaan soal itu sendiri.  Yaitu ditentukan oleh waktu yang dibutuhkan untuk menjawab soal.  Semakin efisien waktu yang digunakan untuk menjawab soal mudah, berarti semakin luang waktu yang dibutuhkan untuk menjawab soal-soal sulit atau sukar. Di samping itu pula, kalau waktu untuk mengerjakan soal masih sisa, dapat digunakan untuk memperbaiki jawaban yang masih diragukan.

Berbeda dengan cara acak. Cara ini ditempuh akibat peserta ujian tidak mengetahui tingkat kasukaran soal.  Kelihatannya hal ini idak berdampak pada peserta, tetapi secara psikologis dampak itu ada.  Jika peserta ujian dalam mengerjakan soal tidak membedakan mana soal mudah, sedang, dan sukar, mereka tidak dapat menjawab soal dengan tenang dan tidak dapat memprediksikan nilai yang diperolehnya.  Dengan demikian penuh spekulasi dan ini akan merugikan peserta sendiri.

Beda Tingkat kesukaran Beda Pula Skor Nilainya

Hindarkan anggapan menjawab soal yang penting mencapai jawaban benar lebih dari separuh jumlah soal ujian untuk mencapai kelulusan.  Anggapan demikian perlu dikikis bersih sebab dapat merugikan peserta sendiri. Cara-cara tersebut merupakan cara spekulasi.

Solusinya Dalam mengerjakan soal ujian, peserta ujian harus memperhatkan  kriteria tingkat kesukaran atau bobot soal.  Kerjakan terlebih dahulu soal yang tergolong mudah, giliran berikutnya soa-soal sedang dan terakhir soal-soal yang tergolong sukar.  Semoga tulisan ini dapat memantu para peserta Ujian Nasional dalam menjawab soal ujian nasional yang tidak diketahui komposisi tingkat kesukaran tiap-tiap soal.  Setidak-tidaknya dengan adanya prediksi ini peserta dapat menyiasati kondisi ini sehingga dalam mengerjakan soal Ujian Nasional 2007 lebih tenang terarah dan dapat memprediksi hasil sendiri.

2 Tanggapan

  1. Halo jakwir kabeh, pimen kabare…
    Ana kabar anyar keh..
    Jebule saiki Tegal wis hebat ah… ana water boom e ana apa neng PAI sung, trus miki jam 01.00 aku balik rapat weruh tipi gede sing neng alun2 wis dimurubna jare arane videotron tapi ya, mbuh bae…
    Kanca2 saiki bahasa tegal lagi dikembangna neng seniman2 tegal, ana sastra tegal, ana puisi tegal, wis pokoke tetek bengek. Aku ya.. akhire olih jatah nggawe film nganggo bahasa tegal kabeh.. compong ah.. dadi angel, mending nggarap sinetron tipi gampang duite akeh…ha..ha..
    Nggo kanca kabeh.. dong pengin ngerti Tegal mbuka bae blog http://www.senimantegal.blogspot.com isine link jakwir2 sing pada ngeblog.

    Aja klalen coblos http://www.senimantegal.blogspot.com

  2. kalo mau bicara jujur, banyak sekali orang2 tegal yang pengen kota / daearahnya maju tapi akhirnya bersikap pasifis dan menimbulkan arogansi diri. apalagi jika prestasi yang dia capai berhasil masuk kedalam lingkup media. padahal kita tahu sendiri. kita adalah penguasa media untuk dunia kita. komunitas kita. ibarat kata, kita hebat untuk ukuran relevansi orang2 kita sendiri.
    tapi banyak hal yang masih biusa disebut manfaat selain hal tersebut.
    diantaranya adalah and tetap berkarya.
    tapi janganlah kita menjadi aorgant dengan karya yang kita buat
    keep down to earth
    keep share to everybody
    cheers

    prue

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: