Lima Belas Perilaku Manusia Yang Dapat Datangkan Bencana


Oleh : Kunaji, S.Ag., M.Si.

Bangsa Indonesia kini sedang dilanda bencana silih berganti, dari satu tempat ke tempat yang lain. Dari kecelakaan pesawat dan kerata api, gempa bumi di Nabire, Papua, gempa dan tsunami di Aceh dan Sumatra Utara, wabah penyakit yang berbahaya , gempe bumi di Jogya dan Jateng, senburan lahar panas gunung Merapi, semburan Lumpur panas Lapindo, dan lain-lain.

Kalau kita renungkan secara mendalam, bencana alam ini bukan semata-mata karena fenomena alam biasa sebagaimana komentar para pakar yang dilansir beberapa media belum lama ini .

Sebab bila hanya karena fenomena alam tentunya dengan alat yang canggih sudah dapat dideteksi sebelum terjadi.

Tetapi ini selalu terjadi di luar perkiraan manusia. Ini pasti ada sesuatu yang salah dengan manusia.

Orang yang beriman kepada Allah pasti yakin bahwa apa yang difirmankan Allah dalam Alquran pasti benar. Allah SWT berfirman : ‘’ Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan oleh tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari ( akibat ) perbuatan mereka kembali ( ke jalan yang benar ). ‘’( QS. Ar-rum/30 : 40 ).

Firman Allah SWT :

‘’ Katakanlah : Dia yang berkuasa mengirimkan siksa ( azab ) kepadamu, dari atasmu dan dari bawah kakimu, atau memecah belah kamu ke dalam banyak golongan supaya sebagian dari kamu merasakan kejahatan sebagian yang lain. Perhatikan bagaimana kami memperlihatkan ayat-ayat Kami supaya mereka memahami.’’ ( QS. Al-An’am/ 6 : 65 ).

Rasulullah SAW menjelaskan lebih rinci lagi tentang perilaku manusia yang menyebabkan turunnya berbagai macam bencana yang amat dahsyat.. Dari Ali bin Abi Thalib ra Beliau bersabda :

‘’Apabila umatku melakukan lima belas perkara, akan datang dengan sebab ( lima belas perkara itu ) bencana, yaitu :

1) Apabila harta kekayaan ( hanya ) silih berganti di kalangan pejabat dan orang-orang kuat.,

2) Jika amanah telah dianggap sebagai sumber kekayaan,

3) Jika zakat telah dihutang ( tidak dibayarkan ),

4) Jika suami tunduk kepada istri ( dalam hal yang dilarang agama ),

5) Durhaka kepada ibunya ( orang tua ),

6) Berbuat baik kepada temannya lupa kepada orang tuanya,

7) Tingginya suara-suara di masjid-masjid ( panggilan adzan, membaca Alqur’an dan pengajian dengan pengeras suara saling bersahutan tetapi masjid-masjid kosong dari jamaah ),

8) Jika masyaarakat mengangkat orang fasik sebagai pemimpin di antara mereka,

9) Adanya pemimpin masyarakat yang paling rendah kedudukannya di antara mereka,

10) Orang dimuliakan karena takut akan kejahatannya.

11) Minuman keras telah meraja lela ( bahkan kini narkoba yang lebih berbahya telah meraja lela ),

12) Kain sutra telah ( umum ) dipakai, ( yakni menonjolnya kemewahan kemewahan hidup ),

13) Wanita ( biduanita ) dengan alat musik telah menjadi kegemarannya, ( bahkan pornografi dan porno aksi yang menjadi kegemrannya ),

14) Orang mengajar bukan karena agama,

15) Ulama akhir zaman telah mengutuki ( menyalahkan ) ulama dahulu.

Jika demikian maka tunggulah datangnya bencana berupa udara panas, gempa bumi, penyakit yang dapat merubah wajah dan hujan batu.’’ HR. Turmudzi )

Dan, jika bencana telah datang, tidak akan menimpa orang-orang zalim saja, tetapi orang-orang yang beriman di wilayah itu bisa terkena juga seperti dalam firkan Allah :

’’Dan jagalah dirimu dari siksa yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zhalim saja di antara kamu, dan ketahuilah Allah amat keras siksa-Nya.’’ ( QS. Al-Anfal/ 8 : 25 ).

Berkait dengan surat tersebut Rasulullah SAW bersabda : ’’ Sesungguhnya Allah tidak akan menyiksa semua karena perbuatan beberapa orang, sehingga mereka melihat kemungkaran meraja lela di tengah-tengah mereka sedang mereka dapat melarangnya tetapi mereka tidak melarangnya, maka jika sedemikian maka Allah akan menyiksa kesemuanya yang khusus dan yang umum.’’ ( HR Ahmad )

Simpulan : Pertama, bencana yang melanda negeri kita bukan fenomena alam, tetapi peringatan Allah atas perilaku bangsa kita yang ingkar kepada-Nya. Kedua , bencana itu akan menimpa semuanya karena yang beriman tidak memberantas kemungkaran. Ketiga, Kita bangsa Indonesia mesti bertobat nasuha. Keempat, Kita kembali ke jalan Allah, berhukum sesuai hukum Allah.

Biodata Penulis :

Alumnus : Pasca Sarjana UII Yogyakarta,

Guru : SMP PGRI Kramat , SMK Muhammadiah Kramat ,

Ketua : Pengelola UPBJJ – UT Purwokerto, Pokjar Kramat,

Aktif di Gerakan Pramuka

6 Tanggapan

  1. apik….apik…..apik…..

    ingsun seneng artikel ngaji

    • terima kasih mas agung. lama tidak ketemu semoga sukses selalu

  2. Your article is very good, sir. but not everyone understands about your article. sometimes people can be thoughtful for a moment after reading something that touches their hearts. but that’s only for a moment. please….add more yourarticles about Islamic, Sir, so many people in this world become repentance.
    and you can get many reward from Allah SWT.
    I like it

  3. aku juga gak tau

  4. ayo belajar dengan giat……!

  5. herni….herni….ayo artikel ngaji d mesjid al-iklas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: