POCONG IRENG


Pocong Ireng ! Dalam Bahasa Indonesia disebut Hantu Pocong Hitam. Itulah yang sekarang ini jadi buah bibir di Tegal, khususnya daerah pantura. Di tiga wilayah kecamatan, Tarub, Kramat, Talang, berita tentang Pocong ireng merupakan berita hangat saat ini. Di pasar cerita ini menyebar dari mulut ke mulut. Di masyarakat, jika ada beberapa orang duduk-duduk berkelompok baik tua atau muda pasti di antara pembicaraan mereka topiknya Pocong Ireng. Di tingkat sekolah dasar siswa-siswa sangat lancar bercerita tentang Pocong Ireng lengkap dengan seting tempatnya yang sudah menunjuk sebuah desa di Pantura. Mereka ini adalah warga yang paling percaya dan paling merasakan dampak psikologisnya.

Cerita yang saya peroleh konon, Pocong Ireng itu muncul malam hari. Jika si Pocong Ireng itu mengetahui barang-barang milik penduduk seperti sandal, baju dan lain-lain yang berada di luar rumah, maka akan dipakai atau akan disentuhnya. Kemudian kalau baju atau sandal yang telah disentuh atau dipakai si Pocong Ireng itu dipakai pemiliknya, maka pemiliknya akan mati. Sungguh Sangat mengerikan dan sangat menakutkan sekali.

Kemarin ketika saya berada di tempat kerja, ada beberapa anak kecil dan saya tanya tentang Pocong Ireng, mereka lalu bercerita kepada saya, isinya persis seperti yang telah saya tulis di atas. Beberapa anak SMP dan SMA juga ikut-ikutan termakan berita tersebut. Hanya saja tingkat ketakutan dan kepercayaan terhadap berita itu berbeda dengan anak-anak SD, dampak psikologisnya pun tiadak ada. Siswa-siwa tersebut tidak mengalami dampak psikologis sebab secara nalar mereka sudah dapat menyikapi bahwa itu semua hanya isu atau kabar burung saja.

Sebenarnya kejadian semacam itu bukan hal baru. Hampir setiap dua atau tiga tahun di Tegal muncul isu yang isinya sama dengan Pocong Ireng. Pada awal tahun 90-an muncul isu tukang racun sumur yang beroperasi malam hari. Waktu itu saya ikut terganggu karena tempat tinggal saya berada di perbatasan tiga desa.

Dari desa sebelah barat dengan pengeras suara di masjid, berteriak-teriak memberitahukan bahwa penyebar racun melarikan diri menuju ke desa saya setelah dikejar-kejar warga. Seluruh warga di lingkungan RW saya bangun di tengah malam. Begitu juga warga desa di sebelah utara desa saya. Mereka berjaga-jaga sampai menjelang subuh. Kenyataannya sampai dengan pagi, tidak ditemukan kejadian apa pun alis isu atau bohong. Tiga tahun berikutnya muncul lagi isu Perempuan dengan mukena terbang yang kalau malam hari turun minta makan atau minum kepada penduduk. Dua atau tiga tahun yang lalu muncul isu, penduduk yang rumahnya menghadap selatan harus pasang bambu kuning di atas pintu atau mengadakan selamatan agar tidak terkena penyakit. Sekarang minggu ke-4 April 2008 geger Pocong Ireng.

Tulisan ini tidak bermaksud menyebar luaskan isu, apalagi memperkeruh suasana. Justru mempertegas bahwa itu hanya isu atau berita kosong dari mulut ke mulut yang tak dapat ditelusuri sumbernya.

FENOMENA DI BALIK POCONG IRENG

Terlepas apakah itu isu atau tidak, terlepas apakah itu manakutkan atau tidak, ada dampak yang terbentuk dari kejadian itu yaitu sebuah proses sosial dan proses pembelajaran aspek kebahasaan.

Proses Sosial

Ditinjau dari segi ini adalah terbentuknya interaksi sosial antara orang yang satu dengan yang lain. Ketika salah seorang sedang menceritakan Pocong Ireng, yang lain akan datang, berkumpul membentuk kelompok tak resmi, terus dilanjutkan berdiskusi. Ada sikap tenggang rasa, saling menghormati, duduk bersama dan lain-lain.

Proses Bahasa

Dalam bahasa, ada empat aspek kebahasaan yaitu mendengarkan/ listening, berbicara/ speaking, membaca/ reading dan menulis/ writing.

Dari isu tersebut, ada dampak positif yang dapat kita amati yaitu adanya pembelajaran aspek kebahasaan. Yaitu aspek berbicara dan aspek mendengarkan. Segi positif ini tampak tatkala anak-anak yang yang saya tanya tentang adanya Pocong Ireng itu bercerita. Di sini sebuah proses pembelajaran berbicara terbentuk secara alami. Mereka begitu runtut bercerita tanpa ada rasa bersalah atau beban, apakah yang mereka ceritakan benar atau tidak. Bahkan anak yang lain dengan suka rela mendengarkan, kemudian mereka saling melengkapi jika apa yang diceritakan temannya kurang lengkap. Padahal mereka ini tidak satu pun yang mengenal siapa saya. Mereka benar-benar menikmati dan dapat mengembangkan daya imajinasi yang mereka miliki meskipun dalam dialek Tegal.

Saya sempat berfikir apakah guru-guru mereka itu di sekolah tahu dan pandai memanfaatkan situasi ini ? Sungguh merupakan kesempatan yang sangat baik untuk memuali sebuah proses pembelajaran bahasa yang sangat kontekstual. Misal anak-anak di beritugas untuk menceritakan tentang Pocong Ireng. Jika anak-anak itu diberi tugas menceritakan secara lisan maka aspek speaking atau berbicara yang dapat kita kembangkan. Kemudian kalau anak-anak itu di beri tugas agar menceritakan Pocong Ireng secara tertulis maka akan mengembangkan aspek menulis/ writing dan seterusnya, maka semua aspek kebahasaan akan dapat dikembangkan.

Belum lagi kalau kita lebih jeli lagi, anak akan mengalami proses perkembangan aspek lain yaitu berkembangnya berfikir otak kanan. Dengan anak-anak bercerita yang melibatkan daya imajinasi berarti anak dilatih secara alami untuk menggunakan otak kanannya.

Jadi dalam situasi seperti itu kalau kita bersikap lebih moderat, dalam arti tidak menganggap tabu terhadap apa yang terjadi, maka ada nilai positifnya, yaitu anak tidak lagi dibuat takut dari isu yang terjadi. Lama-lama anak-anak tidak merasa takut lagi dengan adanya isu yang menakutkan itu. Malah menjadi bahan atau sumber cerita yang autentik.

Simpulannya, dengan adanya isu-isu yang berkembang di masyarakat, kita dapat memetik beberapa hasil yang positif. Namun demikian, ini semua tergantung pada kepekan dan kreativias kita masing-masing. Jika guru di sekolah anak-anak itu pandai menyikapi situasi ini, maka isu Pocong Ireng membawa beberapa hikmah dan menyenangkan buat anak didik, tidak malah menjadi hal yang menakutkan, semoga.

18 Tanggapan

  1. saya iget betul waktu ada ancaman yang meracun sumur, saya waktu itu masih sd dan saya sangat terganggu dengan adanya isu tersebut.

  2. tapi asline mbodoni kecuali wis ana korbane..!nembe aku percaya…

  3. Mas Zaenal, carikan info yang detail dong dan di publikasikan
    tentang Bupati Abu Suja’i. yang kutahu Beliau dari desa Pacul, Kecamatan Talang menggantikan Adipati Martoloyo (apa yang di maksud Gendowor dalam kisah Angling Darma?) karena keterlibatannya dengan gerakan DI/TII{?)beliau di hukum seumur hidup sebagai tahanan rumah hingga meninggal di Majalengka. Cucu-cucunya mungkin masih ada tapi saya yakin mereka tidak bisa cerita masalahnya pada masa orde baru itu sangat riskan/tabu/beresikotinggi jika membicarakan orang-orang yang terlibat tindakan ekstrem, baikG 30S/PKI maupun DI/TII. Bagaimanapun beliau adalah bupati pertama pada masa kemerdekaan tapi mayarakat Tegal kurang mengenalnya. Baik atau buruk sejarah perlu diungkap untuk diambil hikmahnya. Kaya kuwe bleh, ya ora?

    • Trima kasih Kang Bugel ( maaf namanya antik ) saya punya sedikit tentang catatan tentang Bupati Abu Sujai tapi berkisar tentang kapan mulai menjabat dan sampai kapan. Untuk sekarang belum bisa saya muat, mengingat harus membuka buku sejarahnya, lagi pula saya sedang ada tugas lain. Sabar saja nanti kalau ada waktu saya muat. Memang Beliau berasal dari desa Pacul, talang.

    • KH.Abu Suja’i meninggal di desa Pacul, saya masih inget, malah saya masih inget orangnya, karena masih ada hubungan famili

      • Benar, beliau tinggal di desa pacul, terima kasih atas kunjungannya. semoga sukses selalu

        • Tapi beliau sendiri meninggal dan dimakamkan di Maja (bukan majalengka)… saya salah seorang cicit dari beliau. regards.

          • Terima kasih mas igun atas komentarnya sehingga menambah pengetahuan kami.

    • Saya cucu mbah abu sujai…beliau meninggal dan dimakamkan di maja pd th 1992

      • Terima kasih atas infonya, sehingga dapat melengkapi catatn kami

  4. pak saya ngaku waktu mid saya nyontek. ma’af pak!

  5. Pak internet pribadi dengan di Warnet murah mana..?

    • tergantung, kalau tinggal pakai ya warnet lebih murah tapi harus keluar rumah. internet pribadi aealnya yang mahal, harus menyiapkan pernagkatnya ini yang mahal. Namun kalau sudah ya murah pribadi tidak usah keluar rumah, kapan saja di mana saja. Saya pakai modem CDMA bisa dibawa ke mana-mana. Tapi perngakat kerasnya yang mahal.

  6. Masa……….????
    Tetapi Qta Jgn Tkut Terhadap Makhluk Halus/Setan….???
    Krena Klo Kita Berani Malahan Setan/Makhluk Haluis Itu Yang Ta Berani…..!!!
    Dimana ajah Klo Kita berada…!! Klo Ketemu Setan Jangan Lah Takut ..OKEH…!!!
    Malah Kita harus Taku Kepada Yang Menciptakan Kita,malaikat,dan jin…..YAITU ALLAH SWT…..
    ~OOOOOKKKKKKEEEEEHHHHHH~

  7. menurut orang tua saya memang bener abu sujai berasal dar desa pacul, beliau terkenal akan wibawanya, tpi sayangnya banyak generasi muda yang tidak tahu akan sejarahnya. padahal beliau orang yang sangat berpengaruh. bwt mz jaenal matur suwun infonya.

    • terima kasih atas kunjungannya. tentang bupati abu sujai saya punya sedikit catatan sejarahnya. tapi karena sangat minim data jadi saya belum bisa mengupload di blog ini. nanti kalau sudah sedikit memadai saya bisa menguploadnya.

  8. Sangat menarik jika kita membicarakan sejarah tentang bupati abu sujai,karna saya sendiri berasal dari desa pacul,namun saya sebagai generasi muda desa pacul,kurang mengetahui tentang sejarah desa saya sendiri.
    udah 4 taun ni,katanya mau di muat sejarah tentang abu sujai..saya tunggu.

    terimakasih.

  9. Abu sudjai memang asli orang pacul…rumah e dket dgn rumah saya…mbah kakung saya dlu bawahan e abu sudjai juga…beliau meninggal di majalengka….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: